College, karya sastra, Literature, My Wonder-Working God, New York Times Bestselling Author, poem, Puisi, Uncategorized, Writing

Integrity Poem

I get your fear, know your pain

I see through your ways, not your little games

Lies that cripple your soul and swallow you whole

You don’t need to hold on to them no more

 

Your hands might define your flow

But it is your heart that moves your soul

Tides and tight lines only line your sight

But your God is the way to fight

 

Ready your armor and sharpen your knife

Shape your probity and don’t run out of fright

Give Him your hand and He’ll hold it tight

Because He is the way, the truth, and the life

Advertisements
Aan Mansyur, Chairil Anwar, Feelings, Hardships, karya sastra, Literature, Love, My Wonder-Working God, poem, Puisi, Uncategorized

Takut

Perjalanan malam tadi mengusik hatiku

Merampas ketenangan dalam dadaku

Sempit dan gelap sekali perjalanan itu

Gelombang aura jahat dan kantuk merasuki jiwaku

Kuberbahasa roh untuk menjaga kedamaianku

Aan Mansyur, Chairil Anwar, Feelings, Hardships, karya sastra, Literature, Love, Melancholy, poem, Puisi, Uncategorized

MENYERAH

Aku berjalan menuju masa depan

Tetapi sepinya jalan ini

Ada yang dapat kugenggam

Tetapi terasa kosong di tepi

Kubertanya kepada diriku sendiri,

“Apakah ini?”

Angin menerbangkan semua rindu

Harapan keluar dari dadaku

Mengapa perjalanan ini sangat susah?

Semua yang kuingini telah berubah

Dimanakah yang telah kuusahakan?

Hilang semua impian yang kutelah harapkan

Aan Mansyur, Chairil Anwar, Feelings, karya sastra, Literature, Love, poem, Puisi, Teenage Life, Uncategorized

Cukup

Aku tertimpa dalam beban yang tak dapat kugenggam lagi

Aku tak bisa membawanya lagi

Aku ingin tahu, sampai kapan aku akan merasa seperti ini?

Akankah ada hal yang lebih dalam daripada kekosongan ini?

Haruskah kuakui perasaanku padanya selama ini?

Aku tidak ingin melepas genggaman beban ini

Yang meninabobokkan aku dalam ranjang

Terikat rantai dan tercabik pisau yang tajam

karya sastra, poem, Puisi, Teenage Life

Hariku

Aku duduk di sofa dan kuberdiam diri

Aku mendengarkan jarum detik sendiri

Menunggu, menunggu, dan menunggu

Kuusapkan keringat dari dagu

Pertanyaan-pertanyaan gelisah mengusik dadaku

Tetapi kutahu

Bahwa semua itu hanyalah bohong

Walaupun pengetahuan itu luas menyokong

Tetapi rasa itu

Rasa takut yang sangat nyata

Bahwa kamu akan menghilang dari cinta semata-mata

Aan Mansyur, Chairil Anwar, karya sastra, Puisi

Dibebaskan

Aku terbang tinggi di langit

Antara awan dan angin yang bergemuruh dimana-mana

Rambutku menari dan bajuku melayang

Kebahagiaan yang bersinar di pipiku

Dan ucapan syukur yang kukecap di mulut

Hanyalah berkat dari Dia yang berkuasa

Ringan rasanya, sejuk suasananya

Kuberlari dan berlari menjatuhkan diri dari bukit

Dan menyadari bahwa aku terbang tinggi di langit

Dan aku dibebaskan