karya sastra, poem, Puisi, Teenage Life

Hariku

Aku duduk di sofa dan kuberdiam diri

Aku mendengarkan jarum detik sendiri

Menunggu, menunggu, dan menunggu

Kuusapkan keringat dari dagu

Pertanyaan-pertanyaan gelisah mengusik dadaku

Tetapi kutahu

Bahwa semua itu hanyalah bohong

Walaupun pengetahuan itu luas menyokong

Tetapi rasa itu

Rasa takut yang sangat nyata

Bahwa kamu akan menghilang dari cinta semata-mata

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s